menurut jumhur ulama hukum berqurban adalah

Halo, Selamat Datang di Mpompon.ca

Halo, selamat datang di Mpompon.ca. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang penting bagi umat Muslim, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha, yaitu hukum berqurban menurut jumhur ulama.

Pendahuluan

Qurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam, khususnya pada saat Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini memiliki makna yang sangat dalam, yakni sebagai bentuk ketaatan dan pengorbanan kita kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa ketentuan dan hukum yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah hukum berqurban menurut jumhur ulama.

Jumhur ulama, yang merupakan mayoritas ulama dalam Islam, telah menetapkan hukum berqurban sebagai berikut:

  • Wajib bagi yang mampu
  • Sunah muakkad bagi yang sedang berhaji
  • Tidak wajib bagi yang tidak mampu

Hukum wajib berqurban bagi yang mampu didasarkan pada hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, antara lain:

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas umatku berqurban, maka barang siapa yang mampu dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.'” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Kelebihan Hukum Berqurban Menurut Jumhur Ulama

Hukum berqurban menurut jumhur ulama memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

  • Pemenuhan Perintah Allah SWT

    Dengan berqurban, umat Islam memenuhi perintah Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan ketaatan dan penghambaan kita kepada Allah SWT.

  • Sebagai Bentuk Pengorbanan

    Ibadah qurban merupakan simbol pengorbanan kita kepada Allah SWT. Kita rela mengorbankan hewan yang kita miliki untuk menunjukkan kesediaan kita berkorban demi Allah SWT.

  • Mendapatkan Pahala Berlimpah

    Allah SWT telah menjanjikan pahala yang berlimpah bagi siapa saja yang berqurban. Sebagaimana dalam firman-Nya:

    وَلَا يَنَالُ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Terjemah: “Dan sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah darah dan dagingnya, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah amal taqwamu. Demikianlah Dia telah menundukkannya untukmu supaya kamu mengagungkan Allah SWT atas petunjuk yang diberikan-Nya kepadamu. Dan beritakanlah (hai Muhammad) kepada orang-orang yang berbuat baik, bahwa mereka akan mendapat pahala yang baik.” (QS. Al-Hajj: 37)

Kekurangan Hukum Berqurban Menurut Jumhur Ulama

Selain kelebihan, hukum berqurban menurut jumhur ulama juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Beban Finansial

    Berqurban memerlukan biaya yang tidak sedikit. Hal ini dapat menjadi beban finansial bagi sebagian umat Islam, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

  • Pembaziran

    Dalam beberapa kasus, daging kurban tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini dapat menyebabkan pemborosan dan kurangnya pemerataan dalam pendistribusian daging kurban.

  • Kurangnya Pemahaman

    Masih banyak umat Islam yang belum memahami secara mendalam tentang hukum dan hikmah berqurban. Hal ini dapat menyebabkan pelanggaran dalam pelaksanaan ibadah qurban.

Tabel Hukum Berqurban Menurut Jumhur Ulama

Status Hukum Ketentuan
Mampu Wajib Apakah orang yang memiliki harta yang melebihi kebutuhan pokoknya dan keluarganya.
Berhaji Sunah muakkad Orang yang sedang melaksanakan ibadah haji.
Tidak Mampu Tidak wajib Apakah orang yang tidak memiliki harta yang cukup.

FAQ

  1. Siapa yang wajib berqurban?

    Menurut jumhur ulama, orang yang wajib berqurban adalah orang yang mampu, yaitu orang yang memiliki harta melebihi kebutuhan pokoknya dan keluarganya.

  2. Bagaimana hukum berqurban bagi orang yang berhaji?

    Bagi orang yang sedang berhaji, hukum berqurban adalah sunah muakkad, artinya sangat dianjurkan tetapi tidak wajib.

  3. Apa dasar hukum kewajiban berqurban?

    Kewajiban berqurban didasarkan pada hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, antara lain hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mewajibkan umat Islam untuk berqurban.

  4. Apa hikmah berqurban?

    Ibadah qurban memiliki banyak hikmah, di antaranya untuk memenuhi perintah Allah SWT, sebagai bentuk pengorbanan, dan untuk mendapatkan pahala yang berlimpah.

  5. Bagaimana cara memilih hewan qurban yang baik?

    Hewan qurban yang baik adalah hewan yang sehat, cukup umur, dan tidak cacat. Usia hewan qurban yang disarankan adalah sebagai berikut:

    • Kambing/domba: Minimal berumur 1 tahun
    • Sapi/kerbau: Minimal berumur 2 tahun
  6. Apa yang dilakukan dengan daging qurban?

    Daging qurban hendaknya dibagikan kepada fakir miskin, kerabat, dan orang-orang yang membutuhkan. Sebagian daging qurban juga dapat dikonsumsi oleh keluarga yang berqurban.

  7. Apa yang terjadi jika seseorang yang wajib berqurban tidak berqurban?

    Menurut hadis Nabi Muhammad SAW, orang yang wajib berqurban tetapi tidak berqurban tanpa alasan yang syar’i akan mendapat dosa.

  8. Apakah ada keringanan bagi orang yang tidak mampu berqurban?

    Ya, bagi orang yang tidak mampu berqurban, terdapat keringanan untuk membayar fidyah, yaitu memberikan makanan pokok kepada fakir miskin.

  9. Apa hukum berqurban bagi wanita?

    Hukum berqurban bagi wanita sama dengan laki-laki, yaitu wajib bagi yang mampu dan sunah muakkad bagi yang berhaji.

  10. Apa perbedaan antara qurban dan aqiqah?

    Qurban dan aqiqah merupakan ibadah yang berbeda. Qurban dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri, sedangkan aqiqah dilaksanakan untuk memperingati kelahiran seorang anak.

  11. Apa hukum berqurban dengan menggunakan uang?

    Berqurban dengan menggunakan uang hukumnya tidak sah. Hewan qurban yang digunakan haruslah hewan yang hidup.

  12. Apakah boleh menjual daging qurban?

    Daging qurban tidak boleh dijual. Daging qurban harus dibagikan kepada fakir miskin, kerabat, dan orang-orang yang membutuhkan.

  13. Apa hukum berqurban di luar Hari Raya Idul Adha?

    Berqurban di luar Hari Raya Idul Adha hukumnya boleh, tetapi pahalanya tidak sebesar berqurban pada Hari Raya Idul Adha.

Kesimpulan

Hukum berqurban menurut jumhur ulama adalah wajib bagi yang mampu, sunah muakkad bagi yang berhaji, dan tidak wajib bagi yang tidak mampu. Ibadah qurban memiliki banyak kelebihan, seperti memenuhi perintah Allah SWT, sebagai bentuk pengorbanan, dan mendapatkan pahala yang berlimpah. Namun, ibadah qurban juga memiliki beberapa kekurangan, seperti beban finansial, pemborosan, dan kurangnya pemahaman. Dengan memahami hukum dan hikmah berqurban, semoga kita dapat melaksanakan ibadah qurban