salah satu unsur manajemen menurut harrington emerson adalah

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di Mpompon.ca. Apakah Anda siap untuk menjelajahi dunia manajemen? Hari ini, kita akan membahas salah satu unsur fundamental manajemen yang dikemukakan oleh pakar manajemen ternama, Harrington Emerson: Persiapan.

Dalam perjalanan manajemen, persiapan memainkan peran penting dalam memastikan kesuksesan suatu organisasi. Emerson menekankan betapa pentingnya merencanakan, mengorganisir, dan mengoordinasikan sumber daya untuk mencapai tujuan bisnis. Mari kita telusuri secara mendalam unsur manajemen yang tak ternilai ini.

Pendahuluan

Harrington Emerson, seorang insinyur dan konsultan manajemen Amerika, mengembangkan sebuah sistem manajemen yang efektif dan efisien pada awal abad ke-20. Sistem ini terdiri dari 12 prinsip, dengan persiapan sebagai salah satu unsur intinya.

Emerson mendefinisikan persiapan sebagai “penyediaan segala sesuatu yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas tertentu dengan cara, jumlah, dan tempat yang tepat, pada waktu yang tepat.” Dengan kata lain, persiapan mencakup perencanaan, pengorganisasian, dan koordinasi sumber daya untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Persiapan yang matang sangat penting dalam manajemen karena memungkinkan organisasi untuk mengantisipasi dan mengatasi tantangan, memanfaatkan peluang, serta mencapai tujuan bisnis mereka secara efektif. Tanpa persiapan yang memadai, organisasi dapat menghadapi konsekuensi negatif, seperti pemborosan sumber daya, penundaan proyek, dan hasil yang suboptimal.

Kelebihan Persiapan

  1. Mengurangi Pemborosan Sumber Daya

    Persiapan yang matang membantu organisasi mengidentifikasi dan mengalokasikan sumber daya secara efektif. Dengan merencanakan terlebih dahulu, organisasi dapat menghindari pemborosan waktu, tenaga, dan material yang berharga, sehingga menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi.

  2. Meningkatkan Efisiensi Operasional

    Ketika sumber daya diorganisir dan dikoordinasikan dengan baik, organisasi dapat beroperasi secara lebih efisien. Persiapan yang matang memungkinkan aktivitas yang tumpang tindih diidentifikasi dan dihilangkan, sehingga meningkatkan produktivitas dan menghasilkan hasil yang lebih baik.

  3. Mengantisipasi Tantangan

    Dengan mempersiapkan secara matang, organisasi dapat mengantisipasi tantangan potensial dan mengembangkan rencana untuk mengatasinya. Persiapan ini memungkinkan organisasi bereaksi secara cepat dan efektif terhadap perubahan keadaan, meminimalkan gangguan dan memastikan kelangsungan bisnis.

  4. Memanfaatkan Peluang

    Persiapan yang matang juga memungkinkan organisasi mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul. Dengan merencanakan terlebih dahulu, organisasi dapat memposisikan diri mereka untuk menanggapi tren pasar, memanfaatkan teknologi baru, dan mengejar peluang pertumbuhan baru.

  5. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

    Persiapan yang matang memastikan bahwa produk dan layanan yang diberikan organisasi sesuai dengan harapan pelanggan. Persiapan ini membantu organisasi mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif, menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan dan loyalitas.

  6. Meningkatkan Moral Karyawan

    Ketika karyawan mengetahui bahwa organisasi mereka dipersiapkan dengan baik, mereka cenderung lebih termotivasi dan terlibat. Persiapan yang matang menciptakan lingkungan kerja yang teratur dan mendukung, sehingga meningkatkan moral karyawan dan produktivitas.

  7. Memastikan Kesuksesan Jangka Panjang

    Persiapan yang berkelanjutan sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang organisasi. Dengan mempersiapkan secara matang, organisasi dapat mengelola risiko, beradaptasi dengan perubahan, dan bertahan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif.

Kekurangan Persiapan

  1. Waktu dan Sumber Daya yang Intens

    Persiapan yang matang dapat membutuhkan waktu dan sumber daya yang signifikan, terutama untuk proyek atau inisiatif berskala besar. Organisasi perlu menyeimbangkan investasi dalam persiapan dengan potensi manfaat untuk memastikan pengembalian yang layak atas investasi.

  2. Kekakuan

    Meskipun persiapan dapat membantu mengurangi ketidakpastian, persiapan juga dapat menimbulkan kekakuan dan kurangnya fleksibilitas. Persiapan yang berlebihan dapat menghambat kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan yang tidak terduga dan memanfaatkan peluang baru.

  3. Terlalu Fokus pada Rencana

    Terlalu menekankan persiapan dapat mengalihkan perhatian organisasi dari tindakan dan eksekusi. Organisasi harus menghindari terperangkap dalam siklus perencanaan tanpa henti dan memastikan bahwa persiapan tidak menggantikan tindakan.

  4. Biaya Peluang

    Dengan menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk persiapan, organisasi mungkin kehilangan peluang untuk fokus pada prioritas lain yang dapat memberikan manfaat jangka pendek yang lebih langsung. Organisasi perlu mempertimbangkan biaya peluang dari persiapan yang ekstensif.

  5. Kesulitan dalam Mengukur Kemampuan

    Sulit untuk mengukur secara pasti kemampuan persiapan organisasi. Persiapan yang memadai dapat memberikan manfaat yang tidak terlihat atau tidak mudah diukur, sehingga menyulitkan organisasi untuk menilai keefektifan upaya persiapan mereka.

  6. Perubahan Konstan

    Lingkungan bisnis terus berubah, yang dapat membuat persiapan menjadi tantangan. Organisasi perlu gesit dan dapat beradaptasi untuk memperbarui rencana persiapan mereka sesuai kebutuhan dan mengelola perubahan yang tidak terduga.

  7. Kurangnya Komitmen

    Keberhasilan persiapan tergantung pada komitmen semua pemangku kepentingan terkait. Jika anggota organisasi tidak berkomitmen pada persiapan atau tidak yakin dengan manfaatnya, persiapan dapat menjadi hambatan daripada pendorong kesuksesan.

Tabel: Unsur-Unsur Persiapan Menurut Harrington Emerson

Unsur Deskripsi
1. Tujuan yang Jelas Mendefinisikan tujuan atau sasaran spesifik yang ingin dicapai melalui persiapan.
2. Perencanaan yang Tersistem Mengembangkan rencana rinci yang menguraikan langkah-langkah, tenggat waktu, dan sumber daya yang diperlukan.
3. Pengorganisasian yang Tepat Mengatur sumber daya, tanggung jawab, dan struktur organisasi untuk pelaksanaan persiapan.
4. Ko